Ode untuk Silampukau
lagi bingung 2021
well, bukan pagi sih ini. Siang namun aku belum juga mandi
Lagi bingung sama motivasi diri, pengennya duit banyak, gak pusing kalo ada yang butuh bantuan, tapi berat banget mau ngerjain kerjaan sekarang. Beneran udah gak tertarik, cenderung antipati sama kempen dan advertising. Aduh banget gak sih.
Cuma, kalo ditanya, emang mau jadi apa? Ya bingung juga.
Musikmusik, ya sepele banget
Bikin kue dan masak, ya gitugitu doang
kadang aku tuh ngerasa, kok orang-orang kayak gak percaya nih sama ogut.
Gimana dong?
Susah Move On.
I think there's something wrong with me deh. Beneran masih belum bisa move on dari kantor lama. Sense of belonging-nya berlebihan keknya. Beda banget sama kantor sekarang, padahal udah mau setaun juga :')
Masih berasa kantor lama tuh rumah, yang one day aku bakal balik lagi ke situ. Orang-orang di dalamnya udah lebih dari rekan kerja, terutama yang lama yak. Kek, keluarga.
Ini ngefek banget ke keadaan sekarang sih, kek males banget berbuat sesuatu untuk kantor sekarang. Karena ya gitu, setengah hati banget :')
Padahal udah sadar, udah lah.. ini kan cuma kerja, bukan hidup seutuhnya. Tempat nyari duit aja. Udah lah gak usah dibawa perasaan. Tapi susah.
minggu 1 unpaid leave
akhirnya ngambil unpaid leave juga
and it feels good.
dan aku beneran selow banget selama hampir seminggu unpaid leave, hahaha... selow gak cuma soal kerjaan kantor, tapi juga kerjaan di rumah. Beneran males-malesan, nonton Criminal Minds mulu.. nggak main sama anak xD.
tapi,
next week, i will spend my time wisely. Means, i'll play more with them. Minggu ini, biarkan mereka senang-senang dengan HP-nya, minggu depan... oh tentu tidaaak hahahahaha
damn you
have you ever hate someone so bad, like you literally want that person suffer so bad and you left them on their lowest point?
i have.
still are.
damn you!
Day 1 - Lost At Sea
DAY1
LOST AT SEA
aku ingat sekali, hari itu adalah hari Minggu. Minggu pagi yang dingin. Hujan turun hingga subuh, membuat aktivitas 'ngapel' muda-mudi di luaran sana terganggu. Minggu pagi itu dingin, aku terpaksa mengenakan cardigan abu-abu kusam yang harusnya sudah dicuci sejak dua minggu lalu, tapi karena hujan lagi sering turun, ku putuskan untuk menundanya dengan alasan bakal susah kering -dan hanya itu satu-satunya cardigan yang ku bawa dari rumah.
saat sandal jepitku menginjak kerikil-kerikil kecil di depan teras, ku rasakan angin berhembus perlahan melewati celah antara rambut yang dikuncir sekenanya, dengan leher belakang yang terbuka. Ku gerak-gerakan kepala dan tubuhku, perasaan hangat mulai menjalar pelan. Ku langkahkan kaki setelah mengunci pintu depan terlebih dahulu. Minggu lalu, aku lupa mengunci pintu, dan itu menyebabkan aku tidak bisa menikmati suasana pantai di Minggu pagi karena panik sendiri dan memutuskan buru-buru pulang hanya untuk menemukan bahwa rumahku aman-aman saja tapi aku terlanjur malas untuk kembali ke pantai lalu memutuskan untuk tiduran di sofa depan televisi untuk menonton saluran belanja.
seiring langkah, kerikil pun berganti jadi pecahan karang dan kulit kerang yang berkumpul di sisi kering lautan. Ku lepas sandalku dan ku biarkan mereka tergeletak di antara kerikil dan pasir. Aku sengaja melakukannya, karena terkadang, ombak besar datang tiba-tiba dan menyapu bibir pantai sejauh mereka bisa. Sudah dua sandal jepitku menghilang di lautan, terbawa ombak. Aku benar-benar berharap perjalanan sandal itu berakhir di bebatuan besar yang ada di pantai di daerah Malta atau Sukabumi, dan bukan mengapung di lautan luas lalu tertelan tanpa sengaja oleh ikan besar yang lewat, lalu 10 tahun mendatang akan ada berita soal seekor Ikan Hiu langka yang tewas karena menelan sepasang sandal jepit.
kini pasir basah terasa di kakiku, tiap kali ombak menerjang pelan, kakiku pun seolah terhisap masuk ke dalam pasir. Aku sangat menikmati perasaan ini. Ku hirup udara sebanyak mungkin, memenuhi kapasitas paru-paru dengan udara berbau laut yang khas. Tanpa ada bau asap rokok penjajah yang lebih memilih menyelamatkan rokok mereka dibanding menarik anak mereka yang masih kecil lalu tergulung ombak dan menangis. Minggu pagi di pantai memang selalu sepi. Itu kenapa aku memilih untuk berjalan-jalan di pantai di waktu-waktu begini.
ku pejamkan mataku. Hembusan angin kali ini menggelitik hidungku dan lalu mengirimkan sinyal dingin ke otak. Aku menggigil. Ku eratkan cardigan tanpa kancingku, dan berjalan lebih ke tengah. Aku berdiri di pinggir pantai, air laut yang berwarna abu-abu pucat kini sudah setinggi betisku. Aku tak peduli riak-riak ombaknya mengenai celana pendekku yang mirip celana olahraga yang hits di tahun '80an. Mataku masih terpejam, ku rasakan deburan ombak menerjang kakiku lagi. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berat mengenai kakiku. Ku buka mata, dan menoleh ke arah bawah, nampak sebuah benda berwarna gelap bergerak di antara kedua kakiku. Rasanya keras, tapi bukan seperti kayu, lebih seperti tumbler yang dingin.
ku picingkan mata dan ku dekati benda itu. Bukan itu bukan tumbler! itu seperti tangan, jari-jari panjangnya yang berlendir bergerak cepat ke arah wajahku. Tangan itu dingin, tapi wajahku seperti terbakar. Lalu semua gelap.
Minggu pagi di pantai memang selalu sepi. Hanya ada dua pasang sandal jepit tergeletak sembarangan di ujung kerikil, tak jauh dari rumah pantai tua yang ditinggali oleh seorang penulis muda yang kerap datang ke sana untuk menulis.
Hidup Itu Harus Disyukuri.
gue sadar banget, di masa seperti ini, masih punya pekerjaan dengan gaji yang ok itu adalah sebuah berkah yang harus disyukuri.
Manajemen Waktu Gue Jelek Deh
i think, i have a pretty bad time management deh.
dan mulai besok, i should really change it. So i can do both worlds, better.
jadi, im going to wake up lebih pagi.. beberes, baru mulai kerja setelah anak-anak kelar.
ada amen di situ?
It's Okay Not to Be okay
"it's okay not to be okay"
judul drakor yang sempet happening ini, entah kenapa berasa nempel banget dan seolah menggambarkan apa yang lagi aku rasain. I'm not feeling well, and it's alright. You don't have to feel good all the time. You're just a hooman, have emotions.
and that's exactly what i felt.
i'm not okay.
and it's fine. It's fine to be not okay.
Lesson Learnt from SuperShow
1. Eunhyuk banyakan di kiri panggung, jadi belilah tiket kanan panggung
2. Beli tiket yang deket panggung, karena mereka suka jalanjalan ke pinggiran
3. Kalo bisa sih, yang lokasinya di tengah, banyakan main di main stage soalnya
4. No need lightstick or banner. Kaga bisa tepok tangan ntar
Tentang Dara
C
Dalam cerita
F
Aku dan dia
Em. Am
Rindu tiada
Dm G
Artinya
C
Dengan dirinya
F
Aku bernyawa
Em A
Relakan mimpi
Dm G
Akhirnya sia-sia
F
Dia
Fm
Ada
Em
Rasanya
A
Aku
Dm
Di
Ambang
Dm7
Ruang
G
Asa
Awas, Ada Dementor
Dalam sekejap, dunia terasa dingin. Semua kebahagiaan luntur.
Mungkin ada dementor liwat.
Dinikmati untuk Mati
Tidak pernah meminta banyak,
Tapi lalu yang sedikit juga tak nampak
Harus terus menggerus
Mengurus tanpa terurus
Terlalu banyak tuntutan
Tidak pernah ada tuntunan
Lalu kau bilang ini hidup?
Rhoma Irama, Raja World Music Indonesia
Lebay nggak judulnya?
Wkwkwkw... tapi ya, ku merasa memang begitu adanya
Pak Haji yang satu ini bukan hanya bersuara merdu, tapi juga punya sense musikalitas yang mumpuni. Lagu-lagunya cakep semua, broer!
mendayu tanpa bikin layu
tarikannya menggoda tanpa bikin dosa
asedap la~
GOD BLESS U PAK HAJI!
Iya. Apa yang Dicemaskan?
apa yang sebenarnya aku cemaskan?
absennya pertemanan
hubungan palsu
bahagia yang semu
butuh nada untuk menguntai cerita, atau bersembunyi di balik duka yang lainnya
menumpahkan rasa lewat hati yang lain
karena bahkan jiwa sendiri tidak tahu, apa yang harus ditangisi
tertawa
membuat yang lain tertawa
tapi saat sepi, ya sepi
lalu itu
mencari alasan untuk menangis
mencari derita orang lain, hanya untuk numpang menangis
miskin simpati?
Susahnya Jadi Perempuan
Lelah level: selelah-lelahnya kelelahan yang paling lelah.
Saking lelahnya sampai gabisa lelah.
Susah juga jadi perempuan. Mending jadi umbi.
SD Seputaran Graha Raya - Ciledug
Kembali lagi bersama ibu bapak yang sedang pusing memikirkan sekolah anak! Setelah dua tahun lalu, pusing-pusing cari TK, sekarang udah mulai nih masanya mencari sekolah dasar untuk si kakak yang tahun depan, masuk SD.
Udah semingguan ini lah, mikir-mikir asiknya masuk mana. Berbekal hasil obrolan sama mama-mama di kelasnya si kakak, ada beberapa sekolah yang menarik perhatian. Mulailah mencari tahu lebih jauh. Sebelumnya, udah obrolan juga sama pandoy, sekolah macam apa sik yang kami pengen buat Sotja: kalo aku sih, ini aku lho ya... ada beberapa hal (syarat) untuk nyari sekolah.
Sistem Sentra.
Karena di TK-nya sekarang pake sistem ini (moving class), kepikiran untuk nerusin ke SD juga. Tapi sayang, nggak semua sekolah menggunakan sistem sentra. Ada sik beberapa, nanti ya aku list sekalian di bawah. Kenapa mesti sentra? Biar anak-anak nggak pasif di satu kelas aja sik :D
Pendidikan Islam
Berhubung mandoy pandoy-nya masih gini-gini aja, kami pengen banget, Sotja punya bekal pendidikan agama yang baik. Bukan sekadar, rajin shalat atau hafal surat, tapi lebih ke paham, gimana indahnya Islam (ya ini juga pasti diajarin dari rumah, cuma akan lebih ntap kalau di sekolah juga belajar tentang ini)
Lokasi
Ini juga penting. Nggak boleh jauh dari rumah. Kenapa? Ntar ribet antar jemput. Iya, kalo ada jemputan (mesti mobil -pesan utinya. Bukan sombong, biar aman aja), kalo nggak ada. PR abis nanti.
SPP
Nah, nggak kalah penting. Untuk uang pangkal, biasanya kan bisa dicicil tuh -yang harus dipikirin itu emang uang bulanannya: jangan sampe ngerusak cashflow. Intinya sih, jangan maksain diri :)
Nggak Cuma Akademik
Iyes, akademik penting. Tapi lebih penting lagi kalau Sotja tumbuh jadi orang yang baik. Yang nggak cuma pintar, tapi juga cerdas.
Keeeey, balik ke soal hunting sekolah, so far udah ada beberapa kandidat sekolah yang ok (menurut kami) cuma masih harus dipikirin masak-masak berbagai aspeknya. Mulai dari lokasi, biaya hingga kurikulum. Cekidot ya list-nya:
1. Sekolah Alam Bintaro
Dari awal baca-baca soal sekolah ini, akika langsung jatuh hati dan ngerasa, ini nih sekolah yang pas untuk si kakak yang super lasak xD. Makin dibaca, waduh... kok ya semakin suka. Lokasi juga terjangkau dengan mudah. Langsung deh e-mail buat tahu tata cara penerimaan murid baru.
![]() |
| ampun bagidaaaa! |
2. SDIT Bintang
Nah yang ini, dapet info dari mama-mama temen sekelas si kakak. Lokasinya nggak terlalu jauh dari rumah. Letaknya di dalam kumplek perumahan gitu, kayak TK-nya doi sekarang (eh, tapi katanya lagi mau pindah ke gedung baru yang nggak jauh dari situ). Tadi pagi aku coba liat-liat ke sana. Disambut sama Mister Al yang lagi kongkow sama ibu-ibu Komite sekolah... eh, ndilalah... ada temen SMP-ku jadi salah satu anggota Komite dong! Walhasil, pas balik survey, langsung wasap doi, nanya-nanya. Menurutnya, SDIT Bintang ok, meski sarana dan prasarana masih minim (maklum, baru dua angkatan).
Mereka berbasis Al Quran (tilawati), jadi jam 7-9 materinya tentang agama: ngaji, ngafalin Asmaul Husna, games, dll. Jam 9-12 baru akademik.
Jam sekolah daro 7.15-13.30, ada catering dan jemputan (kalau mau).
Mereka berdiri baru 2 tahun sih,, baru ada 2 angkatan, jadi belom keliatan lulusannya. Tapi kata Mister Al, beberapa kali ikut lomba, anak2 Bintang gak kalah sama yang kelas 5 dan 6 (untuk lomba2 di bidang agama islam ya).
Ruang kelas ber-AC. Satu kelas maximal 25 dengan 2 guru. Tidak sistem sentra, jadi mungkin ada beberapa anak aktif yang agak kaget nantinya. Udah buka pendaftaran juga. Kalo daftar sekarang, diskon 2 juta (dari total 12jutaan)
![]() |
| terjangkau lah kalo ini :D |
ini masih terjangkau lah. Cuma ya itu, angkatan baru 2 biji, jadi belum terakreditasi. Mesti nunggu ada yang lulus dulu, which sekitar 4 tahunan lagi. Hmm... bingung.
3. SDIT Al Irsyad
Nah yang ini, hasil ngobrol sama Mamanya Maahira, tetangga rumah. Lokasinya di Komp. DKI, which is sekitar 30-45 menit dari rumah. Iya jauh. Hahaha... tapi, di sini, pake sistem sentra cem di TK. Menarik sik buatku. SPP juga terjangkau, sekitar (taun ajaran 2017/2018) Rp300k. Cuma ya itu, jauh.
*postingan ini bakal bersambung, seiring jalan mencari sekolahan :D
RAN feat. Kahitna - Salamku untuk Kekasihmu yang Baru
Jadi gini,
Belakangan ijk lagi suka sama kolaborasi apik RAN dan Kahitna.
Kenapa?
Ini alasannya:
Selain dua band itu memang favorit. Kolaborasinya cakeup.
Sama-sama kuat, nggak timpang.
Biasanya kan, kalo featuring gini, yg satu lebih kuat.
Verse pertama itu RAN banget.
Petikan gitarnya khas.
Apalagi suaranya Nino.
Setelah reff...
Suara oom-oom ganteng cayangan terdengar...
DAN ITU KAHITNA BANGET!
Gilak!
Ibaratnya, mereka lagi manggung bedua, terus gantian nyanyi. Tapi sama sekali nggak putus.
Smooth abis.
Kalo lo fans dua-duanya, lo kayak jalan di atas tali.
Kanan RAN - Kiri Kahitna..
Jatuh ke manapun, enak hahaha..
Ciri masing2 kerasa banget.
Nonton videonya deh.
Dengerin pas menit 1:53.
Itu aku tepuk tangan lho, hahaha!
Lemah aku kalo mereka udah bagi suara.
Lemaaaah!
Ada satu sik yang kurang. Kurang ye ye ye ala Kahitna, hahahaa...
Overall, ini kolaborasi asik banget.
Keliatan kedewasaan masing-masing.
OTOY!
BTS dan Cerita Perjalanan Menuju A.R.M.Y
It starts with...
"Men, bagi lagu dong... kerjaan gua banyak." kata ijk satu hari pada Cik Mentari, salah satu rekan kerja. "Lagu Korea dah, biar nggak bisa gua nyayiin."
Without hesitation -malah matanya melebar saking semangatnya, dia nyuruh ijk dengerin "Butterfly"-nya BTS. Iya, BTS yang band Korea itu. Yang saban hari bikin Cik Men histeris: mukul-mukul meja tiap nonton mereka di Youtube.
Karena ijk emang eklektik, ya ijk dengerin lah.
Ini ada thread-nya di mari tentang gimana "Butterfly" buat ijk.
Setelah itu, Cik Men yang emang udah rajin nge-feed berita tentang BTS (karena emang nggak ada temen ngobrol dan doi kebetulan duduk di sebelah ik) jadi tambah rajin nyekokin soal BTS. Mulai dari lagu terbaru (waktu itu "Young Forever" baru keluar), Rap Mon yang IQ-nya di atas rata-rata sampai titit Jimin yang kecil. Iya, dia se-absurd itu. TAPI IJK RINDU!
Waktu itu sih, ijk masih biasa aja.
Excited #DemiMentari aja.
Soalnya dia kalo lagi ngomongin BTS, meluap-luap gitu semangatnya hahaha... kan ciyan, kalo ijk-nya dingin.
Berhubung jatuh hati banget sama "Butterfly", coba lah dengerin "Young Forever." Ndilalah... lagunya enak juga.
Hmmm... menarik nih, pikirku saat itu.
Tapi, ya udah, that's it.
Masih belom tertarik untuk kenal lebih jauh sama BTS.
Hingga kira-kira sebulan belakangan.
Sedikit banyak, ini salah Arshan sih.
Eh tunggu wait. Nggak sedikit. Ini total salah dia.
Feed hampir semua socmed doi selalu berhubungan sama BTS. FYI, Arshan nih salah satu temen yang paham juga soal ranah permetalan. Band idolanya itu Black Motorcyle Rebel Club dan Metallica. Jadi ketika dia gandrung sama cowok-cowok unyu cem boyband Korea gitu, terang aja agak aneh.
Karena ijk tau dikit-dikit soal BTS, mulailah tersempil obrolan soal mereka di tengah obrolan album baru Mastodon, drummer baru Burgerkill dan gosip-gosip underground hitam lainnya.
Ijk jadi agak curiga, sebenarnya BTS ini semacam MLM gitu. Member get member, jadi ketika ada orang sedikiiiit tertarik sama BTS, member lama bakal gencar banget promosiin mereka.
Dari situ, petualangan ijk di dunia BTS pun dimulai. Diawali dari tautan-tautan video yang dikirimin Arshan lewat WhatsApp, ijk jadi nontonin mereka. Dari awalnya nggak engeh ini siapa - itu siapa, secara mukanya mirip (waktu itu), sampai akhirnya coba mengenali masing-masing personil. Maksud awalnya sih, biar tahu "ini siapa dan apa kontribusinya buat BTS" karena ternyata tiap-tiap personil memang punya karakteristik yang beda-beda.
Mulailah, youtube-an tentang mereka. Keyword utama: BTS Facts. Tentu diselipi sama nontonin video klip mereka yang ijk akui, sungguh menarique. Menarique ceritanya, menarique koreografinya. Dalam perjalanan itu, timbulah sebuah rasa di dalam dada. Makin baca-baca cerita tentang BTS dan makin kenal (via dunia maya) sama mereka, kayaknya ijk mulai sayang.
Sayang, kalau ada waktu sekejap, ndak diisi sama mereka. Ya lagu, ya sketsa. Apapun itu.
Nggak cuma lewat tautan di Youtube, Arshan tiba-tiba ngasih akses ke sebuah aplikasi live streaming di mana BTS suka bikin series. Dikasih akses cuy! Soalnya dia udah bayar dan ngerasa sayang aja, kalo cuma dia yang bisa nikmatin.
BENER-BENER LU YA EMANG, SHAN!
Makin ke sini, ya gitulah...
Abol mulai ngerasain apa yang ijk rasain saat masih ada Cik Mentari xD.
Makin ke sini, ya gitulah...
Ik fix jadi A.R.M.Y
Bingung.
Iya, pasti pada bingung.
Pada teriak, "gak panteeeees"
Tapi gimana ya, mereka menarik banget sik. Menarik bukan cuma tampilannya. Nyaris semua lagu mereka enak. Pake banget. Dan nyaris semua lagu itu diproduseri sendiri sama mereka. Jadi mereka bukan cuma modal ganteng doang. Memang berisi. Soal packaging menarik, ya itu kayaknya keluar karena mereka memang berkarisma.
Kalau ada yang nanya, "kenapa dah jadi suka (lagu) Korea?"
Well, sebenernya, jauh sebelum BTS, ik emang udah dengerin lagu-lagu (dan nonton drama) Korea. Jadi sebenernya ini bukan hal yang baru-baru amat buat ik. Cuma kalik ini, kadarnya memang lebih.
Dan setiap hari, terjatuh makin dalam sama BTS.
Kalo kata Arshan, "lo lagi di fase halu. Nikmatin aja."
Oh pasti.
I am enjoying this so much, ha ha...
There is no guilty pleasure.
It's just pleasure.
twitter
facebook
flickr
RSS


