ketika kehampaan hanya bisa berdiam diri
menarik tabir untuk menutup hati
saat itu lah harusnya kami berjaga
dari segala kebusukan imaji
yang kadang membuang asa
butuh waktu untuk bisa kembali
ini tak semudah pelari, berlari
rasanya hampa
ini hampa, Tuhan
ke mana suara, saat dibutuhkan
menumpahkan mimpi dan bayangan kelam
yang menggerogoti ruang terdalam?
ke mana perginya keberanian,
untuk berkata dan meminta
tanpa berpikir hasil akhirnya?
ke mana?
terkadang mudah menarik luka baru dari luka yang sudah ada
kalau sudah begini,
sulit untuk berhenti.
toh,
kita akan mati.
Akhirnya Bisa Berkata? Tidak Juga - Sebuah Coretan Kelam.
Sundari
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar: (+add yours?)
Posting Komentar